bicara

kartu nama

kartu nama

efrain

efrain

Selasa, 04 Juni 2013

Pemulung Serahkan Benda Mirip Mortir


PALU, MERCUSUAR- Seorang pemulung bernama Misdar (45), menyerahkan sebuah benda yang diduga mortir ke Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Palu Selatan. Benda tersebut diserahkan pada Minggu (2/6/2013) sekitar pukul 17.00 Wita.

Informasi yang diperoleh, benda tersebut dibeli Misdar dari seorang warga Kabupaten Sigi yang tidak diketahui pasti alamat dan identitasnya. Kepada polisi Misdar mengaku bahwa mortir tersebut, ia beli seharga Rp200 per kilogram.

Setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya pihak polsek mengkoordinasikan hal itu dengan Unit Jibom Brimob Polda Sulteng, kemudian sekitar pukul 20.30 benda tersebut dijemput personil Jibom dan dibawa ke Mako Brimob untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Palu Selatan Kompol Saemuda Ali membenarkan adanya temuan mortir tersebut, namun kondisi benda tersebut sudah berkarat dan kemungkinan sudah tidak dapat digunakan lagi.
“Kita juga belum memastikan apakah mortir tersebut masih aktif, sementara ini kita juga masih menyelidiki kepemilikan barang tersebut,” ujarnya, saat di konfirmasi via telpon, Minggu malam.

Mortir adalah senjata artileri yang diisi dari depan dan menembakkan peluru dengan kecepatan yang rendah. Jarak jangkauan dekat dan dengan perjalanan peluru yang tinggi dengan lengkungan berbentuk parabola.

Umumnya, sebuah perangkat mortir modern terdiri dari sebuah tabung, di mana peluru mortir dijatuhkan pada mekanisme penembakan yang meledakkan bahan kimia untuk melontarkannya. Mortir dikenal di Eropa pada abad ke- 18 oleh bangsa Eropa. AMR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar